Warner Music Indonesia ‘Membangkitkan’ Lagu “Esok Kan Masih Ada”

Warner Music Indonesia (WMI), bekerja sama dengan Indozone Media, mempersembahkan lagu ini untuk garda terdepan pejuang melawan COVID-19 di Tanah Air. Video ini juga dipersembahkan untuk mereka yang senantiasa berjuang keras di tengah wabah demi sesuap nasi, dan mereka yang telah lama menanti untuk kembali bersilaturahmi, karena "Esok Kan Masih Ada".

Tak hanya itu, WMI mengonsepkan video ini sebagai aset pertama video lirik “Esok Kan Masih Ada” yang pertama kali hadir sejak lagu ini dirilis 37 tahun lalu. Rilisan ini juga diharapkan mempermudah penggemar untuk mengakses lirik sekaligus menikmati lagu legendaris dari sudut pandang yang berbeda.

“Esok Kan Masih Ada” pertama kali dinyanyikan penyanyi legendaris Utha Likumahuwa. Sejatinya, lagu ini memang dikemas sebagai tembang manis untuk memberikan suasana optimisme dalam situasi sedih dan tak pasti, persis seperti yang kita alami di masa pandemic COVID-19 sekarang ini. Berangkat dari tema itulah, WMI dan Indozone Media merekontekstualisasi lagu penyanyi kelahiran Ambon, 1 Agustus 1955 ini sebagai penawar yang ‘mendinginkan’ di tahun pandemi yang berat untuk dunia, dan Indonesia, pada khususnya.

Dalam kemasannya, video lirik ini mengedepankan suasana Jakarta pada masa pandemi. Dari mulai ibu kota yang menjadi ‘kota hantu’, kesibukan tim disinfeksi di pusat kota, kesedihan yang tak terhindarkan melalui berpulangnya orang-orang yang dicintai, sampai ekspresi lelah, sekaligus optimisme yang ditunjukkan para tim medis di bagian akhir video. Footage foto dalam video ini adalah buah karya Arya Manggala, yang merupakan anggota tim fotografer Indozone Media.

Irama soulful, kontrol vokal yang sempurna, dan keindahan lirik menjadikan “Esok Kan Masih Ada”, sampai saat ini, menjadi alasan mengapa lagu ini masih sering dibawakan ulang oleh banyak penyanyi/grup. Glenn Fredly, 2D, Mike Mohede, Judika, dan Sandy Sondhoro adalah mereka yang pernah menyanyikan ulang lagu ini lewat versi mereka masing-masing.

Untuk meneruskan ‘tradisi’ cover tembang klasik ini, artis-artis WMI juga dilibatkan untuk menyanyikan ulang dengan karakter masing-masing, yang sulit disamakan dengan artis-artis lainnya. Tercatat Trisouls, Christi Colondam, Tantri (Kotak), Arda (NAFF), Hanin Dhiya, Yotari Kezia, Rahmania Astrini, Ghaitsa Kenang, dan Putih Abu Abu terlibat untuk menaikkan cover version “Esok Kan Masih Ada” di kanal Youtube masing-masing dalam rentang tanggal 7-15 Mei 2020.

Tak hanya video lirik, dan video covers dari para artis, WMI pun menyajikan kampanye ini dengan sebuah playlist bertajuk “Esok Kan Masih Ada”, yang sudah bisa diakses di Spotify.

Playlist ini berisikan lagu-lagu yang mengedepankan suasana optimisme dan romantic untuk menawarkan aura positif di masa pandemi yang serba sulit. Selain “Esok Kan Masih Ada”, nomor-nomor contemporary classic seperti “Menari” (Maliq & D’Essentials), “Selama Bumi Berputar” (Marcell), “Damai Mimpi” (Dr. PM) disandingkan dengan tembang pop internasional yang juga memberikan nuansa positif seperti “Stronger” (Clean Bandit), “24K Magic” (Bruno Mars), dan “Thinking Out Loud” (Ed Sheeran).

Demi menyamankan pendengar, tracklist dalam playlist ini dibuat dengan mempertimbangkan dinamika lagu, dari mulai tempo sedang, cepat dan agresif, serta ceria.

No comments

Radio Maya Indonesia 2015 - . Theme images by enjoynz. Powered by Blogger.