Header Ads

Dalam PEKAT, Yura Yunita Menemukan Bahagia

Hari berganti, orang datang dan pergi. Seorang Yura Yunita, mampu menangkap berbagai emosi yang dirasakannya menjadi sebuah lagu yang menggambarkan perasaan terdalam yang dimilikinya. Tak jarang, lagu-lagu yang diciptakan Yura Yunita bermula dari pengalaman pribadinya. Seperti yang tergambar dalam PEKAT, lagu yang diciptakan Yura Yunita bersama Reza Rahadian. Saat pertama kali lagu ini dibuat pada tahun 2016 lalu, Yura dan Reza sedang terlibat dalam proyek video musik “Intuisi”, dimana Reza menjadi pemeran utama dalam video musik tersebut.

Melalui lagu PEKAT, Yura ingin mengeksplorasi diri sebagai penulis dan berkolaborasi dengan seniman peran. Bagi Yura, kolaborasi yang dilakukan dengan sesama pelaku seni mampu menghasilkan sesuatu di luar ekspektasi. Selain itu, lagu PEKAT juga merupakan sebuah lashback Yura Yunita ke masa-masa dimana Yura & Reza pernah mengalami kegundahan dan kegelisahan yang sama. Yura berkolaborasi dengan Reza dalam mengemas lirik dan nuansa lagu yang bertutur bahwa dalam setiap kehidupan memiliki masa-masa sendiri.

“Buat aku dan Reza Rahadian, lagu ‘Pekat’ punya cerita yang sangat personal karena kami betul-betul mengalaminya. Waktu itu, rasa “Pekat” yang dirasakan cuman bisa dibagi diantara kami berdua, sampai akhirnya kami putuskan untuk mengubah perasaan itu jadi sesuatu yang indah ke dalam sebuah lagu, supaya bisa kami bagi ke teman-teman. Kami yakin lagu ‘Pekat’ ini sangat mewakili perasaan banyak orang yang belum pernah bisa tersampaikan,’ ujar Yura bercerita.

Video musik PEKAT dibuat dengan dominasi warna hitam dan putih menggambarkan pesan lagu yang gelap nan sendu, mewakili perasaan pekat yang sering terjadi dalam sebuah hubungan. Warna-warna tersebut juga bisa mewakili cerita kehidupan yang terkadang hitam dan terkadang putih.

“Aku sengaja membuat semua aspek dalam video musik ‘Pekat’ terasa kosong dan hampa dengan warna gelap, untuk memberikan gambaran pengalaman nyata mereka yang jadi inspirasi terciptanya lagu ini,” Director Samuel Erha, menjelaskan.

Bicara soal kolaborasi, Reza Rahadian menuturkan bahwa kolaborasinya kali ini dengan Yura Yunita terasa sangat istimewa karena mereka punya kesempatan untuk berkarya bersama melalui musik. “Lewat musik, saya menemukan keistimewaan berkolaborasi dengan Yura. Kami punya kesempatan buat bertukar pikiran, bertukar cerita, dan yang terpenting kami bisa mendalami sisi personal masing-masing,” tutur Reza Rahadian.

“Saya yakin kalau cerita di lagu ‘Pekat’ ini pasti pernah dialami oleh banyak orang. Ini jadi sebuah lagu yang mewakili perasaan ‘Pekat’ yang pernah terjadi pada setiap orang dalam sebuah hubungan. Tapi kita juga harus sadar kalau kita nggak boleh sedih selamanya,” Reza menjelaskan.

Meskipun PEKAT, tapi Yura dan Reza sangat menyadari bahwa kita tidak boleh berlarut dalam kesedihan. Masa-masa pekat dalam setiap hubungan, pasti akan bisa terlewati karena akhirnya setiap orang harus bahagia. Senada dengan Yura, Reza Rahadian juga ingin agar lagu PEKAT menjadi sebuah pengingat bahwa meskipun hidup pernah dilanda kepekatan, tapi setiap orang harus bisa memaafkan untuk kembali merasakan kebahagiaan.

Lagu PEKAT dirilis dalam bentuk audio dan video-lirik pada 26 April 2018 dan bisa dinikmati melalui radio, platform musik digital, dan YouTube. Label AYURA - yang merupakan label independen milik Yura Yunita – menjadi label yang menaungi rilisnya lagu ini. Sementara video musik PEKAT bisa ditonton pada 1 Mei 2018 di YouTube channel yurayunita. (PR)
Radio Maya Indonesia 2015 - . Theme images by enjoynz. Powered by Blogger.