Header Ads

Sambut Ramadhan, Fatin Bawakan Lagu Religi

radiomayaid.com - Suatu ketika Chrisye meminta penyair Taufik Ismail menuliskan syair religi untuknya, dan disanggupi sebulan. Ternyata sampai menjelang tenggat, ide tidak keluar. Taufik Ismail pun

gelisah. Namun di malam harinya ketika ia mengaji, ia tertumbuk pada QS: Yasin, ayat 65 yang berbunyi sbb: Alyawma nakhtimu 'ala afwaahihim watukallimunaa aydiihim watasyhadu arjuluhum bimaa kanuu yaksibuun. Artinya: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”

Menurut Taufik Ismail makna ayat ini tentang hari pengadilan akhir ini luar biasa, dan segera dia pindahkan pesan ayat tersebut ke dalam lirik-lirik lagu. Dan jadilah lagu berjudul “Ketika Tangan Dan Kaki Berkata,”yang dipopulerkan pertama kalinya oleh Chrisye. Lagu ini begitu kuat makna dan melodinya, sehingga beberapa tahun kemudian, yaitu kini di 2017 kembali dinyanyikan oleh penyanyi muda berbakat, Fatin Shidqia Lubis, dan musiknya diaransemen kembali olehTohpati. Ini merupakan single religi ke-5 yang dirilis oleh Fatin, setelah sebelumnya dia merilis single : KekasihMu (2013), Cahaya Di Langit Itu (2013), Oh Tuhan (2014), Proud of You Moslem (2014).

“Aku sudah akrab dengan lagu ini sejak kecil. Kombinasi yang sempurna antara musik dan liriknya. Alhamdulillah sebuah kehormatan ketika membawakan kembali lagu yang melegenda dan abadi ini,” jelas Fatin.

Fatin tidak mempunyai kendala yang berarti ketika proses rekaman. Kolaborasinya dengan Tohpati juga memudahkannya untuk cepat mengadaptasi lagu ini. Yang menjadi tantangan adalah tanggung jawab Fatin untuk membuat lagu ini menjadi lebih segar kembali dan diterima oleh para pecinta musik. Tohpati sendiri mengaku senang ketika didaulat untuk mengaransemennya. Musisi bertangan dingin ini membuat pendekatan khusus agar lagu ini istimewa. “Ketika Tangan Dan Kaki Berkata merupakan lagu yang sangat sakral dan indah. Fatin dengan suara khasnya dapat menyanyikannya dengan sempurna dan penuh hikmat,” jelas Tohpati. “Dari segi aransemen musik, saya membedakannya dengan yang versi asli dengan pendekatan lebih kepada ritem yang mengalun dan sound modern, meskipun demikian tidak menghilangkan keindahan mood dasar lagunya,”imbuhnya lagi.
Radio Maya Indonesia 2015 - . Theme images by enjoynz. Powered by Blogger.