Header Ads

Sebuah Pengakuan dari Tiara Taradipa

Cewek cantik yang mempunyai nama lengkap Tiara Taradipa ini adalah anak ke-5 dari pasangan H. Leichira dan Titiek Taradipa.
Bila ada yang ingat nama “Dewi Taradipa”, penyiar TVRI yang juga memandu acara “Pesona Nada dan Album Minggu”, di era 80-90an, nah…Tiara adalah keponakan dari Dewi.

Tiara yang lahir di-Jakarta tahun 1995, dan berbintang Cancer ini sesungguhnya punya aliran darah seni di keluarga.
Papa Tiara, Erik (H.Leichira), yang juga pensiunan dari Bank Pacific, setelah 20 tahun bekerja disana, adalah putra dari pelukis mata uang Rupiah kita, yang bernama Yunalies Del. Sementara Bunda Titiek punya ayah, H Alwi Daud Taradipa, yang bekerja di TVRI selama 32 tahun.

Tiara yang baru saja menyelesaikan studynya di Telkom University, dengan predikat CUM LAUDE, terbilang cukup banyak mengukir prestasi, contohnya, None Jakarta Cilik, Peran Utama Sinetron, Anak Titipan Allah, Aku Bukan Banci Kaleng, Dan masih ada banyak prestasi yang pernah Tiara ukir, di bidang industry kreatif ini.

Hanya berbekal hobby menyanyi, Tiara pernah mengalunkan lagu Soundtrack berjudul Bayangmu, gubahan Pika, dari film layar lebar, Indra ke-6, dan dari sinilah awal perkenalanku dengan Chossy Pratama, yang kebetulan sedang mencari penyanyi untuk lagu religi, yang sudah lama tidak di-produksinya lagi.

Gayung bersambut, karena Bunda Titiek, Bunda dari Tiara, bukan orang asing di bidang entertaintment dan broadcast.
sebagai ex-produser SCTV, dan masih aktif sebagai tim kreatif TVRI, sampai sekarang, Bunda Titiek juga seorang guru presenter yang melahirkan bintang-bintang presenter seperti Olga Syahputra (alm), Ruben Onsu, Tina Toon, Gracia Indri, Saskia Meca dan masih banyak lagi yang terlahir dari tangan Bunda Titiek.

Chossy sendiri seperti mendapatkan durian runtuh, karena dua sosok ibu dan anak ini menjadi modal lahirnya lagu religi yang diberi judul “Sebuah Pengakuan” yang merupakan ciptaan dari Ustaz Gilang Pratama yang juga guru spiritual dari ibu Titiek sendiri.

Lagu yang di-aransemen oleh Chossy dengan mengambil unsur instrument etnik seperti tabla dan rebana, dibawakan Tiara dengan sangat indah dan sangat “dalam” maknanya, sesuai dengan nafas lagu “Sebuah Pengakuan”, yang menginginkan kedalaman dari lagu ini, dan bisa mengajak orang untuk menilik kedalam hatinya masing-masing, dan berdzikir padaNya

Kiranya lagu “Sebuah Pengakuan”, dengan alunan Tiara, bias ikut membawa kita menjadi lebih sujud dan khusuk, terutama menyambut Ramadhan, yang sudah melirik di-balik bulan Rajab.
Radio Maya Indonesia 2015 - . Theme images by enjoynz. Powered by Blogger.