Header Ads

Project Ari Hamzah (Eks Endank Soekamti) safinanadisa.arihamzah "Alone"

radiomayaID.com - Tidak perlu waktu lama bagi Ari Hamzah untuk kembali berkarya, setelah memutuskan untuk undur diri dari band yang membesarkan namanya, Endank Soekamti, pada pertengahan 2016 lalu. Sebelumnya, Ari sempat membentuk unit melodic punk anyar bersama beberapa kawan lama—yang juga tercatat sebagai pelaku skena musik kota Solo, F.A.T pada pengujung 2016. Hanya berselang beberapa bulan, F.A.T langsung melepas empat nomor dan merilis video klip yang kemudian tersebar di pelbagai jejaring sosial dan radio di seluruh nusantara.

Tahun ini, Ari memutuskan untuk kembali berkarya dengan menampilkan musik yang cukup berbeda dan sedikit ‘menyimpang’ dari identitas yang selama ini cukup melekat pada dirinya sejak kali pertama terjun ke industri musik pada akhir ’90. Kali ini, Ari memutuskan untuk membentuk proyek dengan format duo dan menjaring beberapa relasi untuk menemani dirinya di departemen vokal. Setelah melakukan proses pencarian, pilihan Ari justru jatuh kepada Safina Nadisa, pentolan duo akustik-blues, Jungkat-Jungkit yang sebelumnya pernah beberapa kali bekerjasama dengan dirinya. Sempat tertunda beberapa saat untuk membahas keseriusan proyek ini karena Jungkat-Jungkit sedang bersiap untuk menggelar tampil di ajang Frankfurt, Jerman, kata sepakat baik dari komitmen dan kesiapan konsep akhirnya tercapai pada awal 2017.

Tampil dengan panji baru bernama safinanadisa.arihamzah, baik Ari dan Safina Nadisa, atau akrab disapa Adis, justru menemukan beberapa kejutan dalam bentuk materi anyar yang siap dielaborasi. Ari mengaku kalau dirinya sempat terpikir untuk menyisipkan beberapa referensi musik berbeda di dalam proyek anyarnya ini, sedangkan Adis justru mengolah beberapa materi lawas yang urung digarap lebih lanjut ke dalam proyek kali ini. Materi tersebut rencananya sempat dipersiapkan untuk proyek solonya, tapi ketika ada tawaran datang untuk membentuk proyek safinanadisa.arihamzah, Adis memutuskan untuk kembali mengolah beberapa materi lawasnya itu.

Safinanadisa.arihamzah menggunakan Studio Lahan Erros sebagai tempat rekaman, dan bekerjasama dengan penata musik asal kota Jogja, Tomo Widayat & Tama Wicitra dari kolektif Tom & Tam Music Production. Selain itu, Agib Tanjung dari Alter Ego juga ditunjuk untuk mengisi departemen bass, dan proses mastering dipercayakan kepada Ferry ‘Efka’ Kurniawan.

Hingga tulisan ini dimuat, mereka sudah menghasilkan setidaknya enam nomor yang rencananya bakal dirangkum ke dalam mini album, dan “Alone” adalah single utama yang bakal dikenalkan kepada publik setelah melalui proses seleksi yang mendapatkan respon positif baik dari tim produksi dan kawan terdekat mereka. Masih kental dalam balutan pop, safinanadisa.arihamzah kemudian bereksperimen dengan menyisipkan nuansa dark lewat musik latar dan lirik yang menyertainya. Karakter vokal Adis pada verse dan koda “Alone” sekilas mengingatkan kita akan liukan Dolores O'Riordan pada era No Need to Argue, komposisi musik yang mengandung rasa Bloom Twins dengan nuansa musik elektrik yang lebih tipis, dan sedikit sentuhan post-rock dari Mutemath pada awal karirnya.

Bertempat di Karonssih Culinary & Craft pada tanggal 20 Mei 2017, safinanadisa.arihamzah diperkenalkan kepada publik lewat launching single, pemutaran perdana video lirik, dan juga video behind the scene dari proses pengerjaan “Alone”. Untuk konsep video lirik, safinanadisa.arihamzah bekerjasama dengan seorang animator asal Hungaria, Vivien Sárkány dan dibantu oleh Ágnes Győrfi pada desain karakter untuk merealisasikan tema dan konsep yang diinginkan oleh Ari dan Adis. Menampilkan kisah penari yang berada dalam sebuah arena sirkus dengan kemasan animasi yang dikerjakan melalui proses stop-motion, dan semuanya dikerjakan Vivien dengan teknik manual dengan corak pastel yang kental.

Vivien Sárkány adalah seorang animator dari Hungaria, yang menempuh pendidikan seni animasi di Moholy-Nagy University of Art and Design. Wanita 24 tahun itu kini tinggal di Indonesia dalam rangka meneruskan beasiswa studinya di ISI Surakarta, dan dalam proyek bersama safinanadisa.arihamzah, ia merangkap peran selaku sutradara, set designer, animator, dan editor.

Baik Adis ataupun Ari berharap bahwa proyek safinanadisa.arihamzah ini bisa menjadi medium untuk berkarya pada spektrum yang lebih luas, terlepas dari latar belakang musik atau proyek yang sedang mereka kerjakan saat ini. “Alone” juga menjadi pemanasan bagi mereka sebelum merilis album penuh yang rencananya bakal dilepas selang beberapa bulan setelah menggelar hajatan ini.  Bersiaplah, karena safinanadisa.arihamzah tengah bersiap untuk mengejutkan banyak orang lewat suguhan musik yang belum pernah Anda duga sebelumnya.
Radio Maya Indonesia 2015 - . Theme images by enjoynz. Powered by Blogger.