Header Ads

Diaz Curahkan Keresahan Melalui Single "Uswatun Hasanah"


radiomayaID.com - Bulan Ramadhan datang. Saatnya kita kembali merenungi kuasa besar dari Allah SWT, kuasa yang besar yang menciptakan manusia ke dalam dunia. Kita sadar bahwa akhir-akhir ini sering terjadi konflik dan fitnah yang beratasnamakan agama yang berujung kepada pertikaian baik fisik maupun batin.

Baiknya di bulan Ramadhan ini, manusia kembali diingatkan bahwa dirinya adalah makluk sosial yang hidup di tengah-tengah dunia dengan segala perbedaan yang ada. Sudah sepantasnya kita sebagai manusia untuk menjalani teladan seperti sosok Rasulullah SAW sebagai Uswatun Hasanah atau teladan yang baik.

Penyanyi Diaz merasakan keresahan akan sikap sebagian umat Islam yang mulai melenceng dari apa yang diajarkan Rasulullah SAW, sang teladan yang baik. Ia pun lantas membuat lagu yang berjudul "Uswatun Hasanah" yang adalah julukan bagi Rasulullah SAW.

Lirik lagu ini sendiri penuh dengan kontemplasi, renungan bahwa apa yang kita lakukan di dunia ini belum benar.  Dijelaskan di sana ini bahwasannya Rasulullah SAW adalah sosok yang tak bersifat memfitnah, tak bersifat mencela, ia selalu meredakan amarah dan memecahkan masalah.

Sedangkan kita manusia, kita tak lepas dari tindakan fitnah, mencela, marah dan mencari masalah.
Untuk mempertegas pernyataannya, Diaz pun mengingatkan kita akan sifat-sifat dari Rasulullah SAW di dalam lirik lagunya yang berbunyi demikian,

rendah hati penuh senyum
Jujur dan bijaksana
itulah sifat sang Rasulullah SAW 


Keempat sifat yang hampir minim ditemukan dalam satu manusia yang ada di dunia ini.
Dikemas dalam nada pop yang manis, single Diaz yang memiliki gaya dan cengkok melayu ala Charlie van Houten dari Setia Band ini bukan saja menghibur, namun juga mengajak pendengar untuk berintrospeksi bahwa kita sebagai manusia masih banyak berbuat kesalahan terhadap sesama kita, baik sesama umat islam, terlebih kepada umat lainnya.

Sebuah pendekatan menarik ketika sebuah single religi tidak selamanya beirama padang pasir, namun bisa saja disusupi dengan musik populer. Yang terpenting adalah agar maksud dari liriknya itu sampai kepada pendengarnya.

Ada sedikit cerita yg sangat mengagetkan dalam proses pembuatan lagu ini, Satu kebesaran Allah yang secara tak di sengaja membuat air mata tak terbendung pagi itu.Pada saat itu tepatnya pukul 06;00 pagi setelah sholat subuh saat seorang diaz mempersiapkan alat rekaman untuk tak vocal ( rekam vokal ) singkat cerita pada saat merekam vokal tanpa sadar burungpun ikut bernyanyi mengikuti irama lagu, dan suara burung itupun secara tak di sengaja ikut terekam, di ujung lagu terekam jelas suara burung yg ikut bernyanyi dgn nada yg sama dan tepat pada range tempo lagu ini.bagi para pendengar bisa mendengarkan langsung suara burung itu ,apabila lagu ini release nantinya.
Radio Maya Indonesia 2015 - . Theme images by enjoynz. Powered by Blogger.