Header Ads

Doea Tanda Cinta: Satu Wanita Idaman Diantara Persahabatan Dua Tentara

Memiliki sahabat sejati yang selalu berada di sisi kita memang hal indah yang tidak pernah terbayangkan. Bahkan mungkin sedikit orang yang mengharapkan hal itu. Bukti nyatanya ada pada Doea Tanda Cinta.

Bagus (Fedi Nuril) datang dari keluarga sederhana. Almarhum ayahnya yang seorang tentara membuat Bagus ingin menjadi tentara pula. Dan ketika dewasa, dengan penuh suka cita Bagus mengetahui bahwasanya ia lulus ujian masuk Akademi Militer di Magelang. Terpaksa, ia harus meninggalkan ibu dan adik perempuannya di Jakarta.
Di asrama Akmil, Bagus bergabung dengan para taruna lainnya, Mahesa (Rendy Kjaernett) salah satunya. Mahesa merupakan putra tunggal seorang petinggi Angkatan Darat yang terpaksa masuk Akmil karena permintaan sang ayah. Karena itu, Mahesa menjadi taruna yang pemalas, manja, dan tidak bisa diatur.

Ditengah-tengah situasi Mahesa yang selalu dihukum, dan cenderung tidak disukai taruna lainnya karena kerap menimbulkan masalah, Bagus justru dengan senang hati mengulurkan tangannya. Dari situ, keduanya pun bersahabat baik.
Waktu berselang, persahabatan keduanya semakin erat. Dan tiba saat para taruna liburan, Bagus dan Mahesa pun pergi berkunjung ke rumah keluarga Bramantyo (Rizky Hanggono), senior mereka di Akmil. Dan disanalah mereka bertemu dengan Laras (Tika Bravani).

Yang tak diduga adalah, keduanya sama-sama jatuh cinta pada Laras. Tetapi dengan segala macam hal yang mendukung, Mahesa lebih berani dan lebih optimis untuk 'mengejar' Laras. Sementara Bagus, terpaksa mundur mengetahui sahabatnya sudah maju lebih dulu.
Polemik dari film terbaru persembahan INKOPAD dan Cinema Delapan berjudul Doea Tanda Cinta dimulai disana. Ketika dua orang sahabat jatuh cinta dengan gadis yang sama. Ya, cerita itu memang sudah umum dan banyak diangkat di layar lebar Tanah Air. Lantas apa yang membuat berbeda? Selain karena latar belakang militer yang disuguhkan, film ini sebenarnya tidak memfokuskan ke cinta segitiga antar mereka, melainkan lebih kepada persahabatan dua orang taruna Akmil.

Sekitar 70% dari film ini mengambil gambar di Akmil dan menyoroti proses-proses latihan sebelum menjadi tentara. Hal tersebut bukan hal yang akrab dilihat oleh mata Anda, maka dari itu Doea Tanda Cinta boleh dibilang menarik dan berbeda dari film umumnya. Sekaligus, film yang dibesut oleh Rick Soerafani ini juga tanpa sadar mengajak Anda untuk mengetahui bagaimana jerih payah para tentara, mulai dari mereka latihan, sampai menjaga Tanah Air Indonesia beserta aset-asetnya.
Hebatnya lagi, kalau film tentara pada umumnya mengambil era lampau atau hanya menjadikan tentara sebagai 'seragam', Doea Tanda Cinta justru memperlihatkan era kekinian tentara Indonesia yang sudah dilengkapi dengan fasilitas canggih seperti helikopter, senjata api, dan lain-lain. Hal ini juga menegaskan kalau untuk menjadi seorang tentara tidak hanya butuh otot, melainkan juga otak dalam mencanangkan operasi-operasi mereka.

Yang boleh diacungi jempol lagi dari film Doea Tanda Cinta ialah kemasan visual yang disajikan. Adegan tembak menembak memang tidak begitu banyak, tetapi semuanya terlihat murni dan rapi. Tidak ada green screen ataupun CGI yang kasar yang mengganggu mata. Selain itu, fasilitas militer juga dengan murah hati dipertontonkan di film ini, seperti helikopter, dan semacamnya, yang tentunya akan semakin membuat Anda bangga dengan tanah kelahiran Anda ini.

Ditulis naskahnya oleh Jujur Prananto dengan pemeran Fedi Nuril, Rendy Kjaernett, Tika Bravani, Rizky Hanggono, Tio Pakusadewo, Ingrid Widjanarko, Donny Kesuma, dan Ernest Samudera, Doea Tanda Cinta sudah bisa Anda nikmati di bioskop kesayangan Anda.
Radio Maya Indonesia 2015 - . Theme images by enjoynz. Powered by Blogger.